Hal Tak Terduga yang Bisa Membangkitkan Spiritualitas

Meski hal ini cukup berdampak besar di dalam sebuah kehidupan, spiritualitas adalah sebuah konsep yang cukup rumit untuk dijelaskan. Spiritualitas menurut Dewit-Weaver (dalam McEwen, 2004) adalah sebuah bagian yang ada dari dalam setiap individu yang tidak terlihat dan menjadi sebuah hal yang cukup berkontribusi terhadap keunikan serta, mampu menyatu dengan berbagai macam nilai-nilai transendental (kekuatan yang maha tinggi atau sama halnya dengan Tuhan) yang memberikan sebuah makna, tujuan, dan juga keterhubungan. Kekuatan ini seringkali ditemukan di berbagai tempat dan juga cara. Dari mulai dari rumah ibadah sampai kegiatan keagamaan, spiritualitas bisa diperoleh dari sana.

Hal Tak Terduga yang Bisa Membangkitkan Spiritualitas

Disisi lain, spiritualitas yang sebenarnya sendiri bermakna cukup luas yaitu dapat muncul dan kemudian dapat bertumbuh dari mana saja. Termasuk juga dari beberapa hal yang tidak terduga yang bisanya dapat secara tidak langsung membangkit sifat spiritualitas seperti yang akan kita bahas di bawah.

Spiritualitas adalah sebuah kesediaan dari hati yang melihat apapun yang terjadi di dalam hidup sedang berjalan sebagaimana dengan mestinya dan sesuai dengan porsinya. Spiritualitas juga merupakan sebuah kesediaan diri untuk membuka hati dan juga merasakan rasa syukur, dan damai di dalam hidup. Mempercayai dan menyerahkan diri pada sebuah kekuatan yang lebih tinggi, suci, atau kekuatan yang lebih besar dari pada diri kita sendiri.

Spiritualitas dapat hadir melalui berbagai macam pengalaman hidup yang penuh kesedihan, kekhawatiran, keraguan, ketakutan dan juga berbagai perasaan negatif lainnya. Ia hadir dalam suka, duka, lara, baik itu dalam (kebahagiaan, kesengsaraan dan kesedihan). Spiritualitas artinya adalah memahami Tuhan melalui konflik yang terjadi di dalam diri atau konflik dengan orang lain, kemudian menemukan makna mendalam yang nantinya ingin Tuhan atau semesta sampaikan pada diri kita. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat membangkitkan rasa spiritual yang ada di dalam diri setiap orang.

Lebih perhatian terhadap diri sendiri

Poin pertama ini akan menjawab kenapa seseorang nantinya akan lebih sering mendekatkan diri terhadap Tuhan setelah diri mereka diuji dengan sebuah musibah, kegagalan, ataupun saat berpisah dengan pasangan mereka. Pada akhirnya, manusia nantinya akan menemukan pembelajaran dari berbagai peristiwa tersebut dan berubah menjadi lebih baik lagi, termasuk dengan cara lebih perhatian terhadap diri mereka sendiri. Rasa kecewa dan sakit hati yang dirasakan akan sembuh dengan lebih peduli terhadap kebahagiaan yang di rasakan oleh diri sendiri terlebih dahulu.

Melayani terhadap sesama

Spiritualitas memang bersifat tidak terlihat secara langsung, namun untuk mendapatkannya kita dapat merasakannya melalui orang lain. Hubungan dan juga berbagai makna yang terjalin saat kita nantinya bersedia melayani sesama akan meningkatkan sebuah spiritualitas itu sendiri. Spiritualitas diri akan meluas sesederhana ketika nantinya dapat mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain.

Menemukan makna pada setiap peristiwa

Tingkat spiritualitas yang akan dirasakan oleh seseorang akan meningkat saat dirinya mampu menghadapi sebuah realitas kehidupan. Menemukan pesan dibalik apa yang telah dialami, setiap hal tanpa terkecuali. Ketika seseorang nantinya bisa melepas dan menerima setiap pengalaman baik maupun juga setiap pengalam buruk dalam hidup dan menemukan maknanya tersebut, orang tersebut akan lebih meningkat secara spiritual.

Bersyukur dan memaafkan

Hal yang mudah untuk diucapkan namun menjadi sangat sulit untuk dilakukan, adalah dengan cara mensyukuri apa saja yang dimiliki dan memaafkan diri maupun juga orang yang telah menyakiti. Kadang kita sering berkutat pada sebuah hal yang nantinya tidak bisa diubah dan terus berputar di dalamnya. Namun spiritualitas adalah sebuah hal yang hadir mengantarkan seseorang untuk belajar bagaimana melakukan dua hal tersebut. Proses untuk mencapainya jadi alasan penting untuk lebih meningkatkan esensi yang ada di dalam hidup seseorang.

Berpikir positif

Terkadang, orang akan dibutakan dengan berbagai ‘kesalahan’ berpikir positif. Contohnya ketika seorang pilot pesawat bersikukuh melajukan sebuah pesawat di tengah badai dan juga dalam petir panjang, berpikir positif bahwa kecelakaan mungkin bisa dihindari adalah sebuah hal yang konyol. Kejadian seperti ini bukanlah sebuah cara yang tepat berpikir positif dengan benar, namun cenderung ke arah keras kepala sehingga kurang bisa objektif dalam menilai dan juga dalam mengambil keputusan.

Di lain hal, berpikir positif juga dapat menjadi sebuah hal yang nantinya bisa mengantarkan seseorang ke dalam puncak tertinggi seseorang di dalam hidup. Pasalnya dengan berpikir positif orang nantinya akan lebih mungkin melakukan hal-hal penting yang akan dapat meningkatkan kualitas hidup, bukan hanya untuk diri mereka sendiri bahkan bagi banyak orang.

Meluangkan waktu buat traveling

Berkunjung pada berbagai tempat yang belum pernah dijamah sebelumnya, belajar tentang banyak perbedaan, bertemu dengan banyak tipe orang, menikmati indahnya ciptaan Tuhan, adalah sebuah hal-hal yang nantinya hanya bisa didapat saat sedang traveling saja. Sesuatu yang mengantarkan seseorang pada hakikat tertinggi dalam yang ada di dalam hidup, pengetahuan dan pengalaman itulah yang juga nantinya akan dapat meningkatkan spiritualitas yang ada di dalam diri.

Lakukanlah Penggalian ke dalam Diri

Penggalian ini nantinya dapat dilakukan dengan cara bertanya pada diri sendiri tentang siapa diri kita? Darimana kita berasal? Dan apa tujuan dari kelahiran kita? Kemana nantinya kita akan pergi? Setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, secara perlahan kita nantinya akan mengenal lebih dalam siapa diri kita sesungguhnya dan mengerti bagaimana menjalani sebuah hidup di saat ini.

Praktik Spiritual di dalam Kehidupan Sehari-hari

Praktik spiritual yang dimaksudkan di sini adalah sebuah praktik menyebarkan cinta kasih ke dalam maupun juga ke luar diri. Praktik spiritual ke dalam diri dapat dilakukan dengan tidak memelihara sebuah rasa kebencian yang ada di dalam diri, memaafkan diri sendiri, menjadi lebih tulus dan jujur dengan diri sendiri, mau belajar menerima kekurangan dan juga berani belajar kelebihan diri, bersedia belajar menerima kondisi apapun yang terjadi di dalam hidup dan mengusahakan semua hal yang terbaik.

Sedangkan praktik spiritual ke luar diri nantinya akan dapat dilakukan dengan menyiram tanaman agar tumbuh subur, memberi makan berbagai binatang, berdoa untuk kebahagiaan orang lain, mencintai sesama makhluk hidup, memaafkan kesalahan orang lain dan juga bersedekah.

Latih Diri dengan Latihan Meditasi dan Yoga

Meditasi menjadi sebuah cara yang juga bisa kita lakukan secara rutin setiap pagi dan pada saat malam sebelum tidur. Lakukan meditasi di pagi hari sebelum kita nantinya akan memulai aktivitas di hari itu.

Demikian itulah beberapa hal tidak terduga yang ternyata dapat membangkitkan sebuah sifat spiritual yang ada di dalam diri seseorang. Mempunyai sebuah kecerdasan spiritual adalah sebuah hal yang nainy sangat berguna, karena anda akan dapat melihat dan memandang semua yang terjadi dalam hidup dengan lebih baik.

Masalah yang Ditimbulkan Akibat Kurangnya Kecerdasan Spiritual

Di masa modern ini, banyak permasalahan terjadi yang diakibatkan dari masalah kecil dalam diri manusia. Tekanan hidup yang juga semakin tinggi menyebabkan, banyak masalah terjadi seperti kasus kejahatan serta tindakan bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini di banyak kota besar. Tidak hanya dalam jenis tindakan bunuh dini, berbagai kejahatan seperti perampokan, pencurian disertai tindakan kejahatan, tindakan kenakalan remaja dan sebagainya juga semakin sering untuk terjadi. Berbagai faktor dianalisa dapat menimbulkan kejadian seperti ini, baik itu faktor dari luar maupun dari dalam diri manusia itu sendiri. Tindakan ini dapat cukup dimaklumi saat kondisi sosok tersebut berada dalam kondisi yang sulit. Namun banyak diantaranya yang tidak hanya diakibatkan dari faktor pribadinya, melainkan hanya ikut-ikutan.

Beberapa contoh tindakan seperti ini cukup menunjukkan akan sangat kurangnya kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh masyarakat. Meskipun Indonesia terkenal sebagai salah satu negara keagamaan yang cukup kuat, namun faktor spiritual yang dimiliki oleh masyarakatnya masih begitu lemah akibat dari kurangnya iman maupun rasa takut yang dicerminkan dalam hidupnya sehari-hari. Kondisi ini juga sering disebut sebagai kasus dualisme yang terjadi dalam masyarakat beragama. Dimana pada hari-hari tertentu mereka sangat berpegang teguh dan soleh dalam menjalankan kegiatan ibadahnya, namun di hari-hari lainnya bisa melakukan tindakan jahat yang begitu kejam.

Tindakan Mengakhiri Nyawa Sendiri

Hal yang berperan penting dalam mendorongnya seseorang untuk melakukan upaya bunuh diri salah satunya adalah kehadiran masalah yang datang secara bertubi-tubi dalam hidup orang tersebut. Setiap orang layaknya tidak berharap untuk menemui masalah dalam hidupnya. Namun takdir seringkali tidak berjalan sesuai keinginan semua orang. Sehingga akibatnya saat suatu kondisi menimpa orang tersebut dan dirasa sebagai suatu hal yang cukup berat, ia akan sampai ke titik dimana berharap lebih baik untuk mengakhiri hidupnya dibanding harus terus menderita.

Kasus bunuh diri yang dilakukan berbagai orang di Indonesia juga tergolong cukup tinggi di akhir-akhir ini. Entah dapat ditimbulkan karena berbagai hal. Bahkan yang membuat lebih miris, tidak semua upaya bunuh diri ini berakhir karena keputusasaan dalam hidup. Banyak juga diantara mereka yang melakukan tindakan bunuh diri ini akibat dari tindakan konyol dalam mengikuti sosok idolanya. Upaya yang dilakukan beberapa artis dalam mengakhiri hidupnya secara tragis banyak diikuti oleh anak muda. Salah satu lokasi yang banyak memberikan kontribusi angka kematian karena upaya bunuh diri ini terdapat di Jakarta yang menjadi Ibukota dari Indonesia.

Kecerdasan Spiritual jika tidak di imbangi maka akan berakibat fatl dan bisa jadi nyawa yang menjadi TARUHANNYA

Alasan yang banyak memfaktori upaya ini jika berdasarkan atas masalah pribadi umumnya dilandasi seputar akibat tekanan hidup yang tinggi, perasaan depresi, faktor budaya, kondisi yang buruk dari pergaulan sosial, hal-hal seputar mitos yang beredar di masyarakat. WHO itu sendiri menyampaikan bahwa jumlah manusia yang melakukan upaya bunuh diri ini di seluruh dunia dapat mencapai angka 800.000 orang di seluruh dunia. Angka ini bisa digambarkan sebagai 1 orang di seluruh dunia akan melakukan upaya bunuh diri setiap 40 detik. Dimana Indonesia pun turut menyumbang 1/3 jumlah dari kasus kejadian yang terjadi di seluruh dunia. Namun sayangnya angka perhitungan pasti dari jumlah orang yang bunuh diri ini belum bisa dipastikan akibat banyak hal. Hal ini diakibatkan karena adanya upaya untuk menutup-nutupi yang dilakukan oleh banyak pihak terkait. Untuk dapat memperoleh informasi yang jelas akan hal ini bisa jadi diperlukan kerjasama dengan organisasi kesehatan dunia seperti WHO. Namun hal ini pun masih memiliki beberapa kendala untuk dapat diwujudkan. Begitu mirisnya bukan kondisi ini?

Perubahan Pada Hitungan Akan Kejahatan

Begitu maraknya tingkat kejahatan yang terjadi di Jakarta hingga dapat digambarkan seperti terjadi sekali setiap 12 Menit 18 Detik. Beruntungnya angka kejahatan yang terjadi di tahun 2016 telah mengalami penurunan jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Namun kecepatan durasi tingkat kejahatan yang terjadi mengalami percepatan dari kejadian yang banyak terjadi sebelumnya hingga beberapa detik.

Baik itu angka kriminalitas maupun total kejahatan yang terjadi di tahun 2016 mengalami penurunan jika dibanding dengan kasus yang terjadi di tahun sebelumnya. Sama halnya pada jumlah penduduk yang menjadi terdakwa atas berbagai tindak pidana.

Tingkat Kejahatan Seperti Perampokan yang Meningkat

Selain dari faktor bunuh diri yang banyak dilakukan dalam era masyarakat modern, ada juga satu kasus yang meningkat secara drastis di tahun 2016 ini. Faktor ini adalah kejahatan dalam jenis perampokan yang diperhitungkan mengalami kenaikan hingga mencapai angka 12 persen dari tahun 2016 sebelumnya. Kasus seperti curas (pencurian yang disertai dengan tindakan kekerasan) juga banyak terjadi dimana yang terjadi di tahun 2015 sebanyak 641 kasus, meningkat di tahun 2016nya menjadi sebanyak 719 kasus.

Hal yang sama terjadi dalam kasus pemerkosaan. Jumlah sebesar 63 kasus yang terjadi di tahun 2015 meningkat hingga menjadi 79 kasus dengan tingkat persentase kenaikan yang berkisar 6 persen. Kasus kenakalan remaja dalam bentuk tawuran juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dimana kejadian yang sering terjadi di tahun 2015 meningkat jumlahnya sebesar 400 persen, dari 1 kasus menjadi 5 kasus.

Sementara angka pembunuhan menurun sebesar 5 persen dari 75 kasus di tahun 2015 menjadi 71 di tahun 2016nya. Sedangkan penganiayaan berat (anirat) juga mengalami penurunan dari tahun 2015 yang berjumlah 3.400 menjadi 3.187 di tahun 2016. Beberapa kasus kejahatan memang mengalami penurunan diantaranya. Namun beberapa hal lainnya masih tercatat jumlahnya mengalami peningkatan. Sehingga dapat disimpulkan jumlahnya tidak mengalami penurunan maupun kenaikan, karena di satu sisi turun tapi di sisi lain meningkat.

Kaitan Dengan Kecerdasan Spiritual

Hal ini dianggap berkaitan dengan tingkat kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Meskipun terkenal sebagai salah satu negara yang cukup memegang teguh akan kepercayaan yang dimiliki, namun banyak dari masyarakatnya yang tidak memiliki kecerdasan spiritual yang cukup baik. Dengan sedikit masalah kecil yang dialami sudah membuat orang tersebut menjadi rapuh atau bahkan meledak emosinya. Seolah-olah bahwa setiap ajaran agama yang telah diterima dari tempat beribadahnya tidaklah memberi dampak apapun dalam hidup mereka.

Masalah sekecil apapun dapat langsung menumbangkan tekad kuat untuk dapat bertahan hidup sesuai aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Maka dari itu mungkin diperlukan pengajaran yang lebih intens lagi dalam bidang spiritualitas demi menguatkan pikiran positif dan daya juang yang dimiliki agar tidak menjadi manusia yang rapuh di zaman yang sudah canggih ini. Seperti halnya yang mulai lebih ditanamkan dalam pikiran anak sejak usia yang masih dini saat sekolah. Supaya mereka bisa lebih memahami etika dan standar hidup yang baik dalam menjalani hidupnya, hingga saat ia telah menjadi orang dewasa yang tahan banting kelak. Bagaimana pendapat anda akan pentingnya kecerdasan spiritual ini?